Fire Hydrant Dipublikasikan

Perbedaan Electric Fire Pump, Diesel Fire Pump, dan Jockey Pump

Sistem hydrant umumnya memakai tiga pompa dengan peran berbeda. Kenali fungsi masing-masing dan cara ketiganya bekerja bersama.

Ruang pompa hydrant dengan electric pump, diesel pump, dan jockey pump

Ruang pompa adalah jantung dari fire hydrant system. Di dalamnya umumnya terdapat tiga jenis pompa yang bekerja bergantian sesuai kondisi tekanan di jaringan pipa: jockey pump, electric fire pump, dan diesel fire pump.

Jockey pump: penjaga tekanan

Jockey pump adalah pompa berkapasitas kecil yang menjaga tekanan jaringan pipa tetap stabil saat sistem dalam kondisi siaga. Tekanan bisa turun perlahan karena kebocoran kecil atau perubahan suhu; jockey pump akan menyala sebentar untuk mengembalikannya.

Fungsi pentingnya adalah mencegah pompa utama menyala tanpa ada kebutuhan pemadaman, sehingga pompa utama tidak cepat aus.

Electric fire pump: pompa utama

Electric fire pump digerakkan motor listrik dan berfungsi sebagai pompa utama yang menyediakan debit dan tekanan air saat hydrant digunakan. Pompa ini menyala otomatis ketika tekanan di jaringan turun di bawah batas tertentu, misalnya saat valve hydrant dibuka.

Diesel fire pump: cadangan saat listrik padam

Diesel fire pump digerakkan mesin diesel sehingga tetap dapat bekerja walaupun pasokan listrik terputus, kondisi yang cukup sering terjadi saat kebakaran. Pada banyak desain, pompa diesel diatur menyala bila tekanan terus turun dan pompa listrik tidak mampu memenuhi kebutuhan atau tidak bekerja.

Perbandingan singkat

AspekJockey pumpElectric fire pumpDiesel fire pump
PeranMenjaga tekanan siagaPompa utama pemadamanCadangan pompa utama
KapasitasKecilBesarBesar
PenggerakMotor listrikMotor listrikMesin diesel
Saat listrik padamTidak bekerjaTidak bekerjaTetap bekerja

Bagaimana ketiganya bekerja bersama?

Setiap pompa diatur menyala pada batas tekanan yang berbeda melalui pressure switch di panel kontrolnya:

  1. Tekanan turun sedikit karena kebocoran kecil: jockey pump menyala lalu mati kembali setelah tekanan normal.
  2. Tekanan turun lebih banyak karena hydrant dibuka: electric fire pump menyala.
  3. Tekanan terus turun atau pompa listrik tidak bekerja: diesel fire pump menyala.

Pengaturan batas tekanan, kapasitas, dan head setiap pompa ditentukan dalam desain sistem dengan mengacu pada standar seperti NFPA 20 untuk pompa kebakaran.

Perawatan pompa hydrant

  • Uji jalan pompa secara berkala sesuai jadwal pemeliharaan.
  • Periksa level bahan bakar, oli, air pendingin, dan baterai pompa diesel.
  • Periksa fungsi panel kontrol, pressure switch, dan pressure gauge.
  • Perhatikan bila jockey pump terlalu sering menyala; hal ini bisa menandakan kebocoran di jaringan pipa.

Tim kami melayani instalasi, inspeksi, dan pemeliharaan sistem hydrant sesuai lingkup pekerjaan yang disepakati.